Dalam menyusun sebuah karya ilmiah, baik untuk tugas kuliah, jurnal, paper, maupun skripsi, pasti akan ada daftar pustaka yang diletakkan di bagian belakang laporan. Jurnal-jurnal yang dijadikan sebagai referensi dapat berupa jurnal nasional, jurnal ilmiah, dan juga jurnal internasional. Supaya lebih jelas, penulis akan menjelaskan lebih detail tentang apa itu daftar pustaka dan bagaimana cara membuat daftar pustaka untuk jurnal. 

Apa Itu Daftar Pustaka?

Saat menulis sebuah karya ilmiah, kita tentu diwajibkan untuk menambahkan data-data dan tulisan pendukung lain yang berasal dari sumber yang terpercaya atau kredibel. Sumber-sumber yang digunakan nantinya harus dicantumkan di daftar pustaka sebagai bukti bahwa penelitian Anda sudah didukung dengan sumber yang valid.

Daftar pustaka merupakan bagian dari jurnal yang berisi tentang sumber-sumber data yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah. Adapun beberapa sebutan lain untuk daftar pustaka, antara lain: rujukan, referensi, sumber pustaka, atau pranala. Daftar pustaka umumnya terletak di halaman terakhir dalam sebuah karya ilmiah atau penelitian. 

Perlu dipahami bahwa menuliskan daftar pustaka pada karya ilmiah memiliki banyak manfaat bagi kualitas penelitian. Misalnya, daftar pustaka sebagai petunjuk bahwa sumber data yang digunakan adalah sumber yang kredibel dan valid serta memenuhi etika penulisan jurnal dan karya ilmiah. Tak hanya itu, daftar pustaka juga bisa bermanfaat sebagai penanda bahwa penulis jurnal berterima kasih kepada peneliti sebelumnya dan menunjukkan bahwa penulis tetap mendukung ide dari peneliti terdahulu.

Manfaat Daftar Pustaka

Daftar pustaka terlihat penting karena terdapat sumber-sumber yang seseorang cantumkan di dalam buku. namun, sebenarnya apa manfaat adanya daftar pustaka?

1. Dapat Menguatkan Tulisan

Dalam proses penciptaan buku/ artikel, daftar pustaka perlu dicantumkan untuk menunjukkan bahwa informasi memang kita dapat dari sumber lain. Jika kita mengambil informasi dan tidak menuliskannya dalam daftar pustaka, tindakan kita bisa disebut sebagai penjiplakan. Mengapa begitu? Hal tersebut dikarenakan buku/ artikel yang dibuat atas nama kita, sehingga kita seolah-olah mengklaim bahwa informasi yang kita dapatkan dari orang lain itu memang milik kita.

2. Menghargai Penulis Lain

Selain untuk menghindari penjiplakan, menuliskan daftar pustaka merupakan bentuk penghargaan bagi penulis/ kreator lain yang telah memberikan sumbangsih pada karya kita.

3. Membantu Pembaca Mengetahui Sumber Informasi

Dari sudut pandang pembaca, adanya daftar pustaka memungkinkan pembaca untuk dapat mempelajari topik buku secara lebih mendalam melalui karya-karya yang kita referensikan.

Apakah Anda sudah paham mengenai daftar pustaka dan manfaatnya bagi jurnal Anda?Jika sudah, kita akan beralih ke cara menulis daftar pustaka dari jurnal lengkap beserta contohnya.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal secara lebih lengkap, Anda perlu tahu hal ini terlebih dahulu. Jadi, di dalam sebuah jurnal, penulis juga harus memperhatikan bagaimana cara mencatat atau menulis kutipan dengan baik dan benar. Seperti dengan cara mengutip kata, kalimat atau mengutip satu paragraf penuh.

Setiap kali mengutip, penulis diwajibkan untuk mencantumkan informasi tentang sumber yang sudah digunakan. Lalu, bagaimana cara penulisannya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Panduan Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Menggunakan Format APA Style

Berikut struktur penulisan daftar pustaka  menurut APA Style edisi ke-7 jika sumber Anda adalah jurnal.

Nama Penulis. (Tahun Terbit). Judul Artikel. Judul Jurnal, Volume(Isu), Rentang Halaman, DOI

Contoh penulisan:

Syafila, J. K. (2021). Pengetahuan Cara Menulis Daftar Pustaka Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Bahasa dan Seni, 3(1), 20-30, https://doi.org/10.1002/pon.766

Contoh penulisan untuk 1 penulis:

Azizah, Laeli. (2019). Social Discrimination As Reflected In The Palacio’s Wonder. Rainbow Journal, 1, 1-15.

Contoh penulisan untuk 2 penulis:

Helen, M., & Michael, B. (2000). Judul jurnal yang dikutip. Nama penerbit jurnal tersebut, volume jurnal, halaman jurnal.

Contoh penulisan untuk lebih dari 2 penulis:

Jay, Man., Atlas, S., & Jane, Tyo. (1999). Judul jurnal yang Anda kutip. Nama jurnal yang menerbitkan jurnal tersebut. Volume jurnal yang Anda kutip, halaman jurnal yang Anda kulit kalimat atau paragrafnya.

Berikut penjelasannya tahap demi tahap:

a. Nama Penulis ditulis nama belakangnya terlebih dahulu, nama depan disingkat seperti menyingkat nama pada umumnya, dilanjutkan dengan titik dan 1 spasi. Untuk penulisan nama pada 2 atau 3 orang, lihat di poin paling bawah. 

b. Tahun Terbit ditulis di dalam kurung, diikuti dengan titik dan 1 spasi.

c. Judul Artikel ditulis lengkap dengan ketentuan hanya huruf pertama saja yang dibuat kapital, diikuti titik dan 1 spasi.

d. Judul Jurnal ditulis sesuai yang ada pada jurnal. Format tulisannya diubah menjadi Italic (miring), diikuti dengan koma.

e. Volume juga ditulis dengan format Italic (miring) dan langsung diikuti Isu jurnal tanpa spasi.

2. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Format MLA Style:

Nama akhir penulis, nama awal. Judul jurnal. Nama penerbit Jurnal. Edisi Jurnal, tahun publikasi, p. Halaman kutipan: Media,. Tanggal Akses.

Contoh 1:

Hwang, Xeli, and Walker Mint. “Stereotyping as reflected in the novel Wonder.” International Rainbow Journal Education, vol. 19,no. 5, 2019, p. 65. Academic Young Business,. Accessed 20 Nov. 2021.

Contoh 2:

July, Hana. “Stereotyping as reflected in the novel Wonder. International Rainbow Journal Education, vol. 19,no. 5, 2019, p. 65. Academic Young Business,. Accessed 20 Nov. 2021.

3. Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Format Chicago Style

Nama penulis. “judul jurnal yang Anda kutip”. Nama penerbit jurnal tersebut, volume, (tahun): halaman kutipan. Media (tanggal, tahun Anda mengaksesnya).

Contoh 1:

Hwang, Xeli, and Walker Mint. “Stereotyping as reflected in the novel Wonder.” International Rainbow Journal Education 19, no. 2 (2019): 25. Academic Young Business (Accessed November 12, 2021)

Contoh 2 :

Andrea, Yui. “Stereotyping as a result of discrimination as reflected in the novel Wonder.” International Rainbow Journal Education 19, no. 2 (2019): 25. Academic Young Business (Accessed November 12, 2021)

Struktur Penulisan Daftar Pustaka dari Skripsi/ Tesis

Berikut struktur penulisan daftar pustaka  menurut APA Style edisi ke-7 jika sumber anda adalah skripsi, tesis, disertasi, atau karya ilmiah serupa.

Nama Penulis. (Tahun Terbit). Judul Karya Ilmiah. (Jenis Karya Ilmiah, Institusi, Tahun Pembuatan). URL

Contoh penulisan:

Syafila, J. K. (2021).  Pengetahuan Cara Menulis Daftar Pustaka Siswa Sekolah Menengah Kejuruan(Disertasi Doktoral, Universitas Ungaran, 2021). http://www.universitasungaran.ac.id/UQ:2233112

Berikut penjelasannya tahap demi tahap:

a. Nama Penulis ditulis nama belakangnya terlebih dahulu, nama depan disingkat seperti menyingkat nama pada umumnya, dilanjutkan dengan titik dan 1 spasi. Untuk penulisan nama pada 2 atau 3 orang, lihat di poin paling bawah. 

b. Tahun Terbit ditulis di dalam kurung, diikuti dengan titik dan 1 spasi.

c. Judul Karya Ilmiah ditulis lengkap sesuai karya ilmiah. Format judul buku Italic (miring). Setelah itu diikuti titik dan 1 spasi.

d. Jenis Karya Ilmiah, Institusi, dan Tahun Pembuatan ditulis dalam kurung. Jenis Karya Ilmiah ditulis diikuti koma dan 1 spasi. Institusi ditulis diikuti koma dan 1 spasi. Tahun Pembuatan ditulis diikuti tutup kurun. 

e. Jika diakses dari internet dilanjutkan dengan titik dan 1 spasi kemudian URL lengkap.

Itulah beberapa penjelasan mengenai bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal. Semoga bermanfaat bagi Anda yang akan menulis karya ilmiah maupun skripsi.